IMBANG, Ketapang – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendorong kebangkitan kembali semangat gotong royong di desa, terutama untuk perbaikan jalan desa yang rusak ringan.
Dalam amanatnya pada Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Alex menilai tidak semua kerusakan infrastruktur harus menunggu bantuan pemerintah daerah atau provinsi.
“Jalan desa yang tingkat kerusakannya masih ringan dan bisa ditangani secara swadaya, saya harap bisa dikerjakan bersama masyarakat. Gotong royong adalah kekuatan sosial kita,” katanya.
Di sejumlah desa di Ketapang, praktik gotong royong sebenarnya masih hidup, meski mulai terkikis oleh pola pembangunan berbasis proyek.
Kepala Desa Sei Awan, misalnya, mengaku pernah menggerakkan warga untuk memperbaiki titik jalan berlumpur sebelum musim hujan.
“Kalau menunggu anggaran, bisa lama. Kadang kita kerja bakti dulu supaya aktivitas warga tetap jalan,” ujarnya.
Dorongan Bupati ini mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah ingin mendorong kemandirian desa, bukan ketergantungan pada bantuan struktural semata. (Adv)












