IMBANG, Kayong Utara – PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui program CSR bidang pendidikan mulai menjalankan program DIB Mengajar di SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Program ini menjadi upaya perusahaan membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa di Desa Pelapis, wilayah sekitar operasional Kawasan Industri Pulau Penebang, yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan tambahan.
PT Dharma Inti Bersama (DIB) mengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dipersiapkan menjadi pusat industri hilirisasi bauksit terintegrasi di Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Program DIB Mengajar dilaksanakan langsung oleh relawan internal perusahaan yang memiliki minat di bidang pendidikan. Kegiatan belajar dilakukan rutin satu kali dalam seminggu dengan materi dasar Bahasa Inggris seperti sapaan, perkenalan, dan percakapan sederhana melalui metode interaktif dan praktik percakapan sederhana.
Guru SMPN 3 Kepulauan Karimata, Doni, mengatakan kehadiran program tersebut sangat membantu sekolah, terutama karena kemampuan bahasa asing siswa masih terbatas.
“Kalau menurut saya, kemampuan bahasa asing siswa di sini memang agak kurang. Kami berharap dengan adanya program dari perusahaan ini bisa membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing,” ujar Doni melalui keterangannya, Selasa. (9/6/2026).
Menurut Doni, pelajaran Bahasa Inggris sebenarnya sudah menjadi mata pelajaran di tingkat SMP. Namun, siswa masih mengalami kesulitan memahami bacaan maupun percakapan sederhana dalam Bahasa Inggris.
“Dengan program dari perusahaan ini, kami berharap siswa lebih tertarik belajar bahasa asing dan kemampuan mereka semakin berkembang,” katanya.
Pada pelaksanaan awal program, antusiasme siswa terlihat cukup tinggi. Meski masih malu-malu saat menjawab pertanyaan, sejumlah siswa mulai berani mempraktekkan percakapan sederhana di depan kelas.
External Relations Manager Kawasan Industri Pulau Penebang Sugeng Sulistiyo menjelaskan, selain program DIB Mengajar, perusahaan juga menjalankan sejumlah program pendidikan lain di Desa Pelapis, seperti pemberian beasiswa penuh untuk siswa SMA dan mahasiswa asal Desa Pelapis, serta dukungan insentif bagi para di guru Taman Pendidikan Alquran (TPA).
“Melalui program-program CSR ini, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia Kayong Utara yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” katanya. (Adv)













