Imbang, Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bergerak cepat dan tidak saling menunggu.
Penegasan itu disampaikan Alexander saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Senin (22/9/2026).
Rapat diikuti secara daring oleh para camat dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang. Hadir pula unsur Forkopimda, Danyon TP 832/Pawan Asasta Ketapang, Danyon TP 833/Bumi Daranante Sanggau, perangkat daerah, serta perwakilan perusahaan.
Alexander mengatakan kondisi kekeringan masih menjadi persoalan serius. Hingga 22 September 2026, Kabupaten Ketapang tercatat telah mengalami sekitar 83 hari tanpa hujan secara umum.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla sekaligus berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Setiap ada laporan, kita harus merespons cepat, mengambil langkah cepat, dan melakukan koordinasi cepat. Jangan menunggu,” tegas Alexander.
Ia meminta seluruh camat dan kepala desa mengaktifkan posko penanganan Karhutla di wilayah masing-masing. Posko tersebut harus menjadi pusat koordinasi ketika ditemukan titik api atau terjadi kebakaran.
Koordinasi juga diminta diperkuat dengan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, pemadam swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan masyarakat.
Menurut Alexander, penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh kekuatan yang tersedia harus digerakkan secara bersama, terutama dalam kondisi cuaca kering seperti saat ini.
Ia juga meminta kepala desa memperketat pengawasan hingga tingkat dusun dan RT.
Larangan membakar harus kembali disampaikan kepada masyarakat, termasuk larangan membakar sampah.
“Dalam situasi seperti sekarang, tidak boleh ada yang membakar. Termasuk membakar sampah. Kita harus mencegah kejadian kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” ujarnya.
Alexander menegaskan, pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Setiap laporan mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas.
“Mari kita kerahkan seluruh kekuatan yang ada. Kita harus kompak, solid, bergotong royong, dan satu gerakan sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” katanya.
Pemkab Ketapang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian Karhutla di wilayah masing-masing. (Adv)












