Imbang, Ketapang – Sebanyak 700 atlet, pelatih, dan ofisial kontingen Kabupaten Ketapang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat pada November 2026. Perlindungan ini berlaku sejak September 2026, termasuk selama masa latihan hingga pertandingan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ketapang dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (7/10/2026).
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang Dian Zulfikar mengatakan, aktivitas olahraga memiliki risiko kecelakaan, termasuk cedera saat latihan maupun pertandingan. Karena itu, perlindungan diberikan agar atlet dapat menjalani aktivitas olahraga dengan lebih tenang.
“Kalau cedera, kami akan biayai sampai sembuh,” kata Dian.
Ia menjelaskan, manfaat perlindungan diberikan sesuai ketentuan program jaminan yang diikuti. Selain biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan yang dijamin, program tersebut juga mencakup santunan apabila peserta meninggal dunia serta manfaat terkait risiko cacat sesuai ketentuan yang berlaku.
Dian berharap jaminan tersebut membantu atlet berkonsentrasi pada pertandingan dan berupaya meraih hasil terbaik.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi kerja sama KONI dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada kontingen daerah.
Ia berharap seluruh atlet dan pendamping dapat mengikuti Porprov dengan sehat dan selamat hingga kembali ke Ketapang.
“Semoga semua sehat dan selamat. Balik ke Ketapang bisa membawa prestasi,” ujar Alexander.
Alexander juga meminta kontingen Ketapang mempertahankan capaian sebelumnya dan berupaya meningkatkan posisi pada Porprov XIV Kalbar. Ia berharap Ketapang mampu menembus dua besar setelah KONI menyampaikan target tiga besar.
“Tahun ini jangan sampai turun prestasi. Tadi Ketua KONI masuk tiga besar. Kalau saya inginnya lebih lagi, masuk dua besar,” katanya.
Ketua KONI Ketapang Theo Bernandhi mengatakan, perlindungan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi atlet selama menjalani persiapan dan pertandingan. Menurutnya, pembinaan kontingen tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga keselamatan atlet.
“Ini sudah kami rancang jauh hari. Bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga perlindungan bagi pengurus cabang olahraga dan atlet,” kata Theo.
Ia menjelaskan, sebanyak 700 atlet, pelatih, dan ofisial akan memperkuat Ketapang pada Porprov XIV Kalbar. Mereka berasal dari 46 cabang olahraga.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan sejak September 2026 dan mencakup rangkaian kegiatan hingga Porprov selesai. Dengan demikian, para atlet mendapat perlindungan selama menjalani latihan atau pemusatan latihan (training center) hingga bertanding.
Theo berharap jaminan tersebut membuat atlet lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
“Kita satu langkah lebih dahulu. Pertandingan bulan depan. Tidak perlu lagi bimbang. Atlet harus fokus bertanding dan menampilkan prestasi,” ujarnya.
Kerja sama KONI dan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bagian dari persiapan kontingen Ketapang menghadapi Porprov XIV Kalbar, dengan perhatian pada pencapaian prestasi sekaligus perlindungan terhadap risiko selama kegiatan olahraga berlangsung. (Adv)












