IMBANG, Ketapang – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyoroti tantangan pemerataan pendidikan di Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sangat luas saat menghadiri Kick-Off Program KREASI Tahun ke-II, Selasa (19/05/2025).
Menurut Jamhuri, kondisi geografis Kabupaten Ketapang menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan pendidikan yang merata kepada masyarakat.
Kabupaten Ketapang diketahui memiliki luas wilayah sekitar 31 ribu kilometer persegi yang mencakup 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa.
“Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan,” ujar Jamhuri dalam sambutannya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut baik keberlanjutan Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini,” katanya.
Jamhuri menilai, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas guru, penguatan pembelajaran, hingga membangun kolaborasi berbagai pihak.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perlu dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” ucapnya.
Selain itu, Program KREASI Ketapang dan Kayong Utara juga menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat atas kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan Kick-Off Program KREASI Tahun ke-II turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, DPRD, kepala OPD, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta sejumlah pemangku kepentingan bidang pendidikan dari Ketapang dan Kayong Utara.
Di akhir sambutannya, Jamhuri mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong dalam membangun pendidikan berkualitas bagi generasi mendatang.
“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan Ketapang dan Indonesia,” tutupnya. (Adv)













