Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan OJK Kalbar Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Literasi Keuangan dan Business Matching

Kegiatan Literasi Keuangan, Business Matching UMKM, dan Kampanye Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal, Rabu (24/6/2026). (ist)

IMBANG, Ketapang – BPJS Ketenagakerjaan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Literasi Keuangan, Business Matching UMKM, dan Kampanye Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pembiayaan, pemasaran, dan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan keuangan yang legal dan terpercaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal yang masih marak terjadi.

Selain itu, melalui sesi business matching, para pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring usaha, membuka akses pasar, dan menjalin kemitraan strategis guna meningkatkan daya saing usahanya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Dian Zulfikar, menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan perlindungan sosial ketenagakerjaan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, selain memiliki kemampuan mengelola keuangan dan mengembangkan usaha, para pelaku UMKM juga perlu mendapatkan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan usahanya secara lebih aman, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Dian Zulfikar.

Menurutnya, kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan OJK Provinsi Kalimantan Barat merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berdaya saing. Edukasi mengenai literasi keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi maupun pinjaman online ilegal menjadi bekal penting bagi pelaku usaha agar terhindar dari risiko kerugian finansial.

“Kami mengapresiasi sinergi yang telah terjalin bersama OJK Provinsi Kalimantan Barat. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya semakin cakap dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usahanya, tetapi juga semakin memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari keberlangsungan usaha,” tambah Dian Zulfikar.

Selain memperoleh edukasi, para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai institusi dan mitra strategis. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas akses pembiayaan formal, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, Kampanye Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal menjadi bagian penting dalam kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan berkedok layanan keuangan.

Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam memilih produk dan layanan keuangan yang telah memiliki izin dari otoritas yang berwenang.

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui perluasan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Perlindungan bagi pelaku usaha beserta pekerjanya merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas usaha sekaligus meningkatkan produktivitas.

Melalui kolaborasi bersama OJK Provinsi Kalimantan Barat dan berbagai pemangku kepentingan, BPJS Ketenagakerjaan optimistis ekosistem UMKM di Kalimantan Barat akan semakin tangguh, inklusif, dan mampu naik kelas.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong terwujudnya pelaku usaha yang cakap finansial, terlindungi secara sosial, serta siap bersaing di era ekonomi yang semakin dinamis. (Adv)

Penulis: RilisEditor: Tim Redaksi