Imbang, Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan meski daerah itu tengah menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut ditegaskan Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat membuka pelayanan IGD dan rawat inap RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom, Senin (14/9/2026).
Alexander mengatakan, pemerintah saat ini harus membagi perhatian antara penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ketapang sebelumnya telah menaikkan status penanganan menjadi Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla sejak 2 September 2026.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus melakukan penanganan karhutla sekaligus mendistribusikan air bersih kepada wilayah yang mengalami kekeringan.
Namun, kata Alexander, kondisi darurat tidak boleh membuat pelayanan kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan dan pelayanan dasar lainnya terhenti.
“Bencana bukan alasan untuk menghentikan pelayanan. Justru dalam kondisi sulit seperti sekarang, masyarakat semakin membutuhkan kehadiran pemerintah,” kata Alexander.
Menurut dia, pembukaan layanan IGD dan rawat inap di Sandai menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya berkonsentrasi pada satu persoalan sementara kebutuhan masyarakat lainnya terabaikan.
“Semua harus berjalan bersama. Kita tidak boleh hanya fokus pada satu persoalan, sementara persoalan masyarakat lainnya terabaikan,” ujarnya.
Alexander juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gotong royong menghadapi kondisi tersebut.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Penanganan kondisi darurat membutuhkan dukungan TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala desa dan relawan.
Pemerintah Kabupaten Ketapang sendiri telah meminta seluruh unsur bergerak bersama dalam penanganan karhutla setelah status tanggap darurat ditetapkan.
“Ketapang adalah rumah besar kita,” kata Alexander.
Ia menambahkan, semangat yang sama harus diterapkan dalam pembangunan. Infrastruktur dan fasilitas pemerintah tidak cukup hanya dibangun, tetapi harus berfungsi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
RS Pratama Sandai menjadi salah satu fasilitas yang mulai dimanfaatkan meski pembangunan seluruh unitnya belum selesai. Pelayanan IGD dan rawat inap dibuka lebih awal, sementara peresmian keseluruhan fasilitas ditargetkan pada Oktober 2026.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Ketapang harus terus bergerak. Ketapang harus terus melayani,” tegasnya. (Adv)












