Imbang, Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan itu disampaikan Alexander saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang, Jumat (18/9/2026).
Menurut Alexander, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam sikap terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tersebut perlu terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati,” kata Alexander.
Dalam kegiatan tersebut, Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ketapang, Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, serta seluruh pihak yang terlibat.
Apresiasi juga disampaikan kepada Ustaz Dr. Hatoli, S.Sy., M.H., yang menjadi penceramah dalam kegiatan tersebut.
Dalam tausiahnya, Ustaz Hatoli mengingatkan bahwa Islam merupakan rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam. Nilai itu, kata dia, tercermin dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Pesan persaudaraan tersebut disampaikan di tengah kondisi Kabupaten Ketapang yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap.
Alexander mengatakan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, dunia usaha, dan berbagai elemen terus melakukan penanganan karhutla.
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah atau bepergian.
“Semoga Kabupaten Ketapang dianugerahi hujan yang menyejukkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kondisi ini segera teratasi,” ujarnya.
Alexander berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama kondisi udara terdampak asap karhutla.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan suku dan agama.
Menurutnya, keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Ketapang yang harus dijaga bersama.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Rumah yang harus kita jaga dengan persaudaraan, saling menghormati, kasih sayang, dan kebersamaan,” kata Alexander.
Ia berharap Ketapang tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, damai, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat. (Adv)












