Puluhan Pemuda Kalbar Berangkat ke Cina Belajar Teknologi Industri Aluminium

Pemberangkatan peserta Operations Development Program (ODP) PT Dharma Inti Bersama (DIB) untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Pengiriman instruktur dan teknisi lokal ini merupakan investasi jangka panjang perusahaan demi melahirkan SDM daerah yang kompeten. (ist)

IMBANG, Pontianak – Sebanyak 89 orang diberangkatkan ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium melalui program Operations Development Program yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB). Dari jumlah tersebut, 14 peserta merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara.

Pelepasan peserta dilakukan di Bandara Supadio, Pontianak, Senin (18/5). Program ini disiapkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal bagi kebutuhan industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kabupaten Kayong Utara.

Salah satu peserta, Yusril Damara, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut setelah menjalani pelatihan Bahasa Mandarin selama empat bulan melalui kolaborasi Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama.

“Saya tentu sangat senang sekali. Perjuangan dan usaha saya selama empat bulan ini akhirnya terbayarkan,” ujar Yusril.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat digunakan untuk membangun daerah asalnya.

“Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini,” katanya.

Peserta lainnya, Zainir Oktaviani, mengatakan kesempatan belajar di Cina menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing di industri besar.

“Saya ingin menjadi inspirasi bagi adik-adik saya karena saya anak pertama. Dukungan penuh dari orang tua sejak kecil hingga sekarang adalah kekuatan terbesar saya,” ujar Zainir.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Kayong Utara di masa depan.

“Saya ingin menjadikan Kayong Utara lebih maju, berkembang pesat, hingga suatu saat nanti bisa menjadi kota yang maju seperti Pontianak ini,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, mengatakan peserta diharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan, teknologi, serta etos kerja selama berada di Cina.

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mengapa harus Cina? Secara historis, di sanalah peradaban Lembah Sungai Kuning menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan tertua di dunia,” ujar Azahari.

Menurutnya, disiplin dan budaya kerja menjadi hal penting yang perlu dipelajari peserta selama mengikuti program.

“Cina itu etos kerjanya tinggi, disiplinnya luar biasa, dan mereka tetap mengedepankan adab serta sopan santun. Hal-hal positif itulah yang harus anak-anak kita serap di sana,” tambahnya.

Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Barat, Daud Yordan, menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda daerah untuk mendapatkan pengalaman dan pekerjaan di sektor industri.

“Hari ini, jujur saja, mencari pekerjaan secara itu sulit. Tapi adik-adik ini luar biasa, pulang dari sana informasinya akan langsung dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing. Ini kesempatan yang tidak datang dua kali,” tutur Daud.

Ia juga meminta peserta kembali ke daerah setelah menyelesaikan pelatihan untuk ikut membangun Kalimantan Barat.

“Menuntut ilmu boleh setinggi-tingginya, ambil ilmunya sebanyak-banyaknya. Tugas kalian adalah kembali dan membangun daerah kita, Kalimantan Barat,” tegasnya.

Program pengiriman peserta ke Cina ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal untuk mendukung pengembangan industri aluminium di Kawasan Industri Pulau Penebang. (Adv)

Penulis: RilisEditor: Tim Redaksi