Ramai-Ramai Anak Desa Pelapis Praktik Cuci Tangan yang Benar Bersama Dokter KIPP

Siswa SD Negeri 2 Pelapis didampingi tenaga pendidik dan tim Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) mempraktikkan teknik mencuci tangan pakai sabun dengan benar di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (31/10/2026). Edukasi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini. (ist)

Imbang, Kayong Utara – Mencuci tangan mungkin terlihat sebagai kebiasaan sederhana. Namun, melakukannya dengan cara yang benar merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan. Hal inilah yang kembali disosialisasikan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) kepada anak-anak di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara, melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Sabtu (31/10/2026).

Melalui program CSR bidang pendidikan, KIPP mengajak siswa sekolah dasar untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, sekaligus mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Edukasi disampaikan Dokter Alberto Hendrik Imkotta dari Klinik KIPP dengan pendekatan sederhana dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktekkannya secara langsung. Pendekatan ini diharapkan membantu anak-anak memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar rutinitas, melainkan kebiasaan yang perlu dilakukan dengan benar, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas.

Dokter Alberto menjelaskan, kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu bagian mendasar dari PHBS yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Selain menjaga kebersihan diri, penerapan perilaku tersebut juga membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kebersihan.

“Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan dengan benar dalam kegiatan sehari-hari. Kebiasaan sederhana ini penting untuk menjaga kebersihan diri dan membantu mengurangi risiko penyakit. Karena itu, mereka tidak cukup hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga perlu memahami dan mempraktikkan caranya,” jelas Dokter Alberto.

Menurutnya, edukasi kesehatan kepada anak-anak perlu dilakukan secara berulang agar pengetahuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kebiasaan. Peran guru dan orang tua juga diperlukan untuk mendampingi serta memberikan contoh penerapan PHBS di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi salah satu hal positif yang terlihat selama edukasi berlangsung. Kepala SD Negeri 2 Pelapis, Asmaden, menyampaikan kegiatan dari pihak luar sekolah memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa. Anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan pemateri, menjawab pertanyaan, dan mengikuti aktivitas yang membuat pembelajaran lebih menarik.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ada yang sebelumnya sudah bertanya kapan kegiatan akan dilaksanakan. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mereka tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga bisa berdialog dan mengikuti aktivitas secara langsung,” ungkap Asmaden.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyampaikan edukasi PHBS merupakan bagian dari program CSR bidang pendidikan yang diarahkan untuk memperluas pengetahuan anak-anak mengenai perilaku hidup sehat.

“Kami berharap edukasi ini dapat membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal-hal sederhana seperti mencuci tangan dengan benar perlu dibiasakan sejak dini agar dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Sugeng.

Melalui kegiatan edukasi PHBS ini, KIPP berharap anak-anak di Desa Pelapis semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui kebiasaan sederhana. Dengan dukungan tenaga pendidik dan keluarga, pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Adv)

Penulis: RilisEditor: Tim Redaksi