Imbang, Ketapang – Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja dan keluarganya merupakan tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja, ketika menghadapi risiko, hingga saat mereka berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Semangat itulah yang dibawa BPJS Ketenagakerjaan dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tahun 2026.
Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi seluruh jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat, melayani, melindungi dan memberdayakan para pekerja.
Seperti yang dilakukan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat mengunjungi Kantor Cabang Batam Nagoya. Tak sekadar menyapa, Saiful turut memberikan pelayanan langsung kepada peserta yang tengah melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).
Saiful menyebut jaminan sosial ketenagakerjaan memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan hidup pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.
Sejalan dengan itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang, Dian Zulfikar, menyampaikan bahwa Hari Pelanggan Nasional bukan hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada peserta, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang semakin baik.
Harpelnas menjadi momentum bagi kami untuk semakin mendekatkan diri kepada peserta. Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan pelayanan yang optimal, memahami hak dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, serta merasakan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan selama bekerja,” ujar Dian Zulfikar, melalui keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Namun bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran tersebut tidak lantas berhenti ketika manfaat telah dibayarkan. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.
Hal inilah yang turut dirasakan Ani, seorang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berusaha kembali menata kehidupannya setelah ditinggal sang suami tercinta.
Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Ani mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Berbekal pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, perlahan ia mulai bangkit dan kini merintis usaha kue tradisional sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya.
Pada momentum Harpelnas tersebut, produk usaha Ani turut dipamerkan dan dipasarkan di Kantor Cabang Batam Nagoya bersama produk penerima manfaat PEKA lainnya.
Bagi Saiful, kisah Ani menjadi salah satu gambaran bahwa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan nilai yang lebih jauh bagi pekerja dan keluarganya.
Semangat tersebut sejalan dengan Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan (3M), BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja mendapatkan pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan, serta peserta dan keluarganya tetap memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.
“Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya,” kata Saiful.
Menurutnya, upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Sebab, masih terdapat pekerja, khususnya pekerja informal, yang menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Mengusung semangat “Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan”, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang menghadirkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan pekerja. Salah satunya melalui kegiatan “Grebek Pasar”, yakni aksi jemput bola dengan mendatangi langsung pasar tradisional untuk menyapa, memberikan edukasi, sekaligus menjaring calon peserta dari kalangan pekerja informal.
Kegiatan tersebut menyasar para pedagang, buruh angkut, pekerja jasa, serta berbagai pekerja informal lainnya yang beraktivitas di lingkungan pasar tradisional.
Melalui pendekatan langsung ini, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memastikan bahwa pekerja informal yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya juga memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional kami maknai dengan semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Grebek Pasar, di mana kami turun langsung menemui para pekerja informal di pasar tradisional untuk memberikan edukasi sekaligus mengajak mereka menjadi bagian dari jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Dian Zulfikar.
Para pedagang dan pekerja informal setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka juga menghadapi berbagai risiko dalam bekerja. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memahami bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga dapat diakses oleh pekerja informal,” tambahnya.
Melalui momentum Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan ingin semakin menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Saiful berharap setiap peserta dapat semakin merasakan manfaat nyata dari perlindungan yang dimiliki dan mendapatkan pengalaman layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Saiful. (Adv)












