IMBANG (Ketapang) – Setelah puluhan beroperasi tanpa fasilitas ambulans, Lapas Kelas II B Ketapang akhirnya menerima bantuan satu unit ambulans dari pemerintah pusat pada akhir tahun 2024. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan tersebut.
Kepala Lapas Ketapang, Julius Barus, menyambut baik kedatangan ambulans pertama ini. “Ambulans ini sudah seharusnya kami terima, dan kami bersyukur mendapatkannya. Fasilitas ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam mengangkut warga binaan yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit,” ujar Julius.
Selama ini, Lapas Ketapang harus mengandalkan mobil dinas yang tidak dirancang khusus untuk transportasi pasien. “Kami terpaksa menggunakan mobil dinas untuk mengangkut tahanan yang sakit, meski kendaraan tersebut tidak layak untuk kebutuhan medis,” kata Julius.
Dengan kapasitas yang seharusnya hanya untuk 200 orang, saat ini Lapas Ketapang menampung lebih dari 1.000 warga binaan, termasuk tahanan dari dua kabupaten: Ketapang dan Kayong Utara. 36 di antaranya adalah perempuan, dan mayoritas adalah laki-laki. Kasus yang paling dominan adalah pencurian dan narkoba.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Ketapang, Nardin Werapih, menambahkan bahwa ambulans yang baru diterima dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis penting, seperti oksigen, lemari obat, dan tempat tidur dorong. Fasilitas ini tentu sangat membantu dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga binaan yang sakit dan membutuhkan perawatan medis segera.
Ini adalah ambulans pertama yang diterima sejak Lapas Ketapang didirikan, sebuah pencapaian penting yang diraih berkat dukungan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.
“Dengan adanya ambulans ini, kami berharap bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal untuk warga binaan. Ini adalah langkah besar bagi kami, dan kami sangat berterima kasih kepada pihak pusat yang telah membantu mewujudkannya,” tutup Nardin. (SR)












