Wabup Ketapang Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir berdialog dengan petani saat panen raya padi Poktan Pematang Pilas di Desa Sungai Awan Kanan. Pemerintah daerah mendorong regenerasi petani dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan. (ist)

Imbang, Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Regenerasi petani dinilai menjadi tantangan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, saat menghadiri panen raya padi Kelompok Tani Pematang Pilas di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Senin (13/7/2026).

Jamhuri menyebut sebagian besar petani saat ini berada pada usia di atas 50 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberlanjutan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan petani muda.

“Regenerasi petani menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Kita harus mampu merangkul generasi muda agar tertarik bertani dan menanam padi,” katanya.

Menurutnya, pertanian tidak hanya menjadi sektor tradisional, tetapi juga memiliki peluang besar dengan dukungan teknologi modern.

Pemkab Ketapang, lanjut Jamhuri, akan terus memberikan dukungan agar sektor pertanian semakin menarik dan produktif bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya membantu petani melalui penyediaan pupuk, sarana produksi pertanian, serta berbagai program pendukung lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Yogi Hidayat dari Poktan Pematang Pilas mengatakan penerapan teknologi menjadi salah satu faktor yang membantu petani meningkatkan produktivitas.

Dalam kegiatan panen raya tersebut, petani juga diperkenalkan dengan penggunaan drone pertanian dan combine harvester yang diharapkan mampu mempercepat proses budidaya hingga panen.

“Kami berharap dukungan pemerintah terus berjalan agar petani semakin mudah meningkatkan hasil produksi,” kata Yogi.

Kegiatan panen raya tersebut turut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan petani untuk membahas berbagai kendala di lapangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga penguatan teknologi pertanian. (Adv)

Penulis: SariEditor: Tim Redaksi