IMBANG, Ketapang – Geliat sektor ekonomi kreatif dan kuliner di Kabupaten Ketapang terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal itu ditandai dengan hadirnya Teduh Coffee yang resmi dibuka dan diresmikan oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Sabtu (5/6/2026).
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis yang dilanjutkan dengan peninjauan area kafe. Kehadiran Teduh Coffee diharapkan tidak hanya menjadi tempat bersantai bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu mempererat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinvestasi dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi lokal.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas Grand Opening Teduh Coffee. Terima kasih telah hadir dan menambah semarak Kota Ketapang,” ujarnya.
Menurut Alexander, pemilihan nama “Teduh” memiliki makna yang mendalam. Ia menilai kata tersebut mencerminkan kesejukan, kedamaian, dan semangat kebersamaan yang dibutuhkan masyarakat di tengah berbagai dinamika kehidupan.
Baginya, Teduh Coffee dapat menjadi ruang yang nyaman untuk berdiskusi, membangun komunikasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ketika suasana di luar terasa panas, kita bisa datang ke sini untuk mencari kesejukan, berdiskusi, dan menemukan jalan keluar bersama. Itulah makna teduh yang sesungguhnya,” katanya.
Lebih lanjut, Alexander menilai menjamurnya kafe dan warung kopi di Ketapang merupakan indikasi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif sekaligus mencerminkan kuatnya budaya silaturahmi masyarakat.
Menurutnya, ruang-ruang publik seperti kedai kopi memiliki peran penting sebagai tempat bertukar gagasan dan memperkuat komunikasi sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Alexander juga menyinggung sejumlah isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat, termasuk fluktuasi harga kelapa sawit dan informasi kenaikan harga LPG. Ia berharap berbagai dinamika ekonomi tersebut dapat disikapi secara bijak sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial yang berkepanjangan.
“Masyarakat Ketapang, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman, sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit. Saya percaya dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terjaga, setiap persoalan dapat kita hadapi dan selesaikan bersama,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Teduh Coffee tidak hanya memberi dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran usaha lokal, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat persatuan serta kebersamaan masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adv)












